Breaking News

Senin, 23 Maret 2015

Mualaf Ini Disiksa oleh Keluarganya Hingga Wafat, Karena Memeluk Islam


Sebuah kisah yang menceritakan seorang yang menjadi mualaf. Yang akhirnya harus meninggal ditangan keluarganya sendiri, karena tidak setujunya keluarga jika ia harus pindah agama dan menjadi seorang mualaf. Mari simak untuk di jadikan pelajaran yang berharga…
Ko Aheng bersyahadat dan diajari sholat bersama ko Steven Indra Wibowo bersama team Mualaf.com pada November 2006.
Beliau yang saat itu baru bisa baca Quran memutuskan pulang ke keluarganya karena merasa iba dengan permintaan keluarganya.. keluarganya meminta dia pulang, ko Aheng akhirnya percaya pada perkataan keluarganya yang mau menerima keIslaman ko Aheng maka bulan Maret 2007 ko Aheng pulang..
Dan setelah itu ko Stveven kehilangan kontak dengan ko Aheng sampai akhirnya ada yang mengabari dan memberikan informasi mengatakan ada mualaf yg di pasung di Pontianak, Kalimantan Barat.
Setelah ditelusuri data ko Aheng, alamat ktp nya dan pergi ke rumahnya, akhirnya baru ketahuan apa yg terjadi hal diatas..
Ternyata sampai dirumahnya ko Aheng 3 bulan disiksa menjadi pelampiasan kemarahan, ketidak setujuan, ketidaksukaan dan kebencian keluarganya terhadap Islam..
Yarhamullah dipasung oleh orang tuanya, ditelanjangi, makan 1x sehari, diberi minum air hujan dan air kencing sendiri sampai ginjalnya rusak..
Ayahnya yg tidak suka dengan kehadiran ko Steven makin marah2 dan AHeng yg sudah payah pun akhirnya disiram air keras saat ko Steven sedang lapor kepada kepala lingkungan setempat untuk meminta bantuan,
Subhanallah, , keluarganya semakin emosi dan gelap mata.. karena meskipun disiksa mulut ko Aheng tidak berhenti berdzikir, akhirnya diinjak – injak lalu disiram air keras, dirumah sakit diketahui tulang rusuknya patah 3 dan infeksi..
Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un,
di tuntun ko Steven dengan mengucapkan لآ اِلَهَ اِلّا اللّهُ la illaha illallah.. yarhamullah meninggal pada bulan Juni 2007 di usia 25 tahun.dengan berat badan terakhir 35 kg. jenazah ko Aheng diadzani oleh ko Steven yang menjadi imam sholat ghaib juga.
قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلّٰـهِ رَبِّ الْعٰلَمِينَ
Inna Sholaati Wanusuki Wamahyaaya Wamamati Lillahi Robbil ‘Alamin.
In syaa Allah jannah untuk ko Aheng (yarhamulah)..
Semoga kita semua dapat mengambil ibrohnya..
akhirnya berujung di polisi dan ajaibnya hanya sebulan di sel, ayah dan kakaknya sekarang sudah bebas dari penjara.
*berita ini pernah tayang di patroli Indosiar,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed Template By Blogger Templates - Redesigned By TIKSMP.ORG