Breaking News

Minggu, 13 September 2015

Petra Laszlo, Jurnalis Hungaria Menendang dan Menjegal Pengungsi Suriah


Seorang operator kamera dari salah satu TV nasional Hungaria melakukan tindakan yang membikin geram warga netizen. Namanya Petra Laszlo dari N1TV. Dengan enaknya dia menjegal dan menendang para pengungsi dari Suriah yang mencari suaka ke tanah Eropa pada Selasa 8 September 2015.
Pertama dia menjegal dan menendang dua anak kecil Suriah yang sedang berlari karena dikejar para polisi perbatasan di Roszke. Yang kedua, dia menjegal seorang bapak yang sedang menggendong batita. Akibat jegalan Petra, si bapak pun terjatuh dan sempat menindih bayinya. Dengan marah ia memaki-maki si operator kamera yang dengan terus saja memfilmkan kejadian tersebut seolah tak terjadi apa-apa. Benar-benar manusia tak berperasaan. Padahal dia sendiri seorang perempuan yang lazimnya lembut hatinya.  
...Pertama dia menjegal dan menendang dua anak kecil Suriah yang sedang berlari karena dikejar para polisi perbatasan di Roszke. Yang kedua, dia menjegal seorang bapak yang sedang menggendong batita...
20 detik adegan tersebut sempat difilmkan oleh jurnalis Jerman dan dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru dunia. Bahkan ada grup khusus yang membahas kejadian ini dengan tajuk ‘The Petra Laszlo Wall of Shame’ (kelakuan Petra Laszlo yang memalukan). Di Hungaria sendiri kata kunci ‘Laszlo menendang anak-anak’ menjadi ‘headline’ beberapa berita utama.
Pihak N1TV menyatakan bahwa mereka telah memberi sanksi pada Petra Laszlo atas sikapnya tersebut. Tentu saja ini akibat desakan dari netizen yang merasa geram dengan sikap Laszlo yang memalukan tersebut.
Partai oposisi Egyutt dan Koalisi Demokrasi di Hungaria menyatakan bahwa mereka akan mengajukan tuntutan agar Laszlo dipidanakan. Setidaknya hukuman penjara 5 tahun menanti Petra Laszlo apabila gugatan mereka dikabulkan. Kita tunggu saja apakah ancaman mereka ini nyata atau sekadar gertak sambal demi mencari muka di depan publik negaranya sendiri.

Read more ...

Perbanyak Puasa di Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah


Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah kumpulan hari yang sangat mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dia bersumpah dengannya dan memerintahkan memperbanyak dzikir kepada-Nya di hari-hari tersebut.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ
Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)
Imam al-Thabari dalam menafsirkan “Wa Layaalin ‘Asr” (Dan malam yang sepuluh), “Dia adalah malam-malam sepuluh Dzulhijjah berdasarkan kesepakatan hujjah dari ahli ta’wil (ahli tafsir).” (Jaami’ al Bayan fi Ta’wil al-Qur’an: 7/514)
Penafsiran ini dikuatkan oleh Ibnu Katsir, “Dan malam-malam yang sepuluh, maksudnya: Sepuluh Dzulhijjah sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan lebih dari satu ulama salaf dan khalaf.” (Ibnu Katsir: 4/535)
Dalam Surat Al-Hajj kumpulan hari tersebut disebutkan dengan nama Ayyaam Ma’luumaat agar hamba beriman banyak menyebut nama Allah padanya.
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ
Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.” (QS. Al-Hajj: 27-28)
Imam Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat ini menukil riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallaahu 'anhuma,  “al-Ayyam al-Ma’lumat (hari-hari yang ditentukan) adalah hari-hari yang sepuluh.” (Tafsir Ibnu Katsir: 3/239)
Maka dapat disimpulkan bahwa keutamaan dan kemuliaan hari-hari yang sepuluh dari Dzulhijjah telah datang secara jelas dalam Al-Qur’an al-Karim yang dinamakan dengan Ayyaam Ma’lumaat karena keutamaannya dan kedudukannya yang mulia.
Anjuran Puasa Pada Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah
Dianjurkan memperbanyak amal-amal shalih pada kumpulan hari awal Dzulhijjah ini secara umum. Seperti, shalat, sohaqoh, shiyam, membaca Al-Qur’an, dzikir, memperbanyak doa, birrul walidain, silaturahim, berbagi kepada tetangga, membantu orang-orang yang kesusahan, menyantuni orang miskin, dan lainnya.
Para ulama memberikan perhatian kepada puasa sebagai salah satu amal istimewa di kumpulan hari tersebut. Misalnya, Imam Al-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin menulis,
باب فضل الصوم وغيره في العشر الأول من ذي الحجة
“Bab Keutamaan Puasa dan selainnya di sepuluh hari pertama dari Dzilhijjah”.
Kemudian beliau sebutkan hadits dari Ibnu Abbas radhiyallaahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ
"Tidak ada satu amal shaleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah)." Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah?" Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam menjawab: "Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." (HR. Abu Dawud dan  Ibnu Majah)
Amal Shalih pada hadits ini bersifat umum. Yaitu mencakup segala bentuk amal shalih, bukan jenis amal tertentu saja. Walaupun sebagian amal-amal tertentu memiliki keutamaan yang lebih tinggi dibandingkan selainnya; seperti haji dan umrah, berkurban, berpuasa, membaca takbir, tahmid, dan tahlil padanya.
Hadits ini menjadi bukti bahwa amal shalih yang dikerjakan di sepuluh hari pertama Dzulhijjah memiliki keutamaan besar dan dan pahalanya dilipatgandakan.
Hubungan antara bab yang ditulis Imam Nawawi dengan hadits yang dicantumkannya menunjukkan bahwa puasa menjadi salah satu amal istimewa di sepuluh hari ini. Bahkan puasa termasuk salah satu jenis amal shalih yang utama, sebagaimana firman Allah,
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ هُوَ لَهُ ، إِلَّا الصِّيَامَ فَهُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
Setiap amal anak Adam adalah miliknya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasinya.” (Muttafaq ‘Alaih)
. . . amal shalih yang dikerjakan di sepuluh hari pertama Dzulhijjah memiliki keutamaan besar dan dan pahalanya dilipatgandakan. . .
Dan yang paling utama dari kumpulan hari ini adalah hari kesembilan darinya yang disebut dengan hari ‘Arafah.
Para ulama sepakat, puasa hari 'Arafah adalah puasa sunnah dalam sehari yang paling utama. Keutamannya diterangkan dalam hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam,
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ
"Puasa hari 'Arafah; aku berharap kepada Allah akan menghapuskan dosa setahun yang telah lalu dan setahun sesudahnya." (HR. Muslim)
Dalam redaksi lain, "Dan beliau ditanya tentang puasa hari 'Arafah, lalu beliau menjawab:
يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ
"Ia menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun sesudahnya." (Muslim)
Dari Hunaidah bin Khalid, dari istrinya, dari sebagian istri Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam, berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ
Adalah Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam biasa berpuasa pada tangga 9 Dzulhijjah.” (HR. Abu Dawud dan Al-Nasai. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)
Kesimpulan
Salah satu amal shalih yang istimewa di sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah berpuasa. Seseorang bisa berpuasa pada sembilan hari pertamanya (tanggal 1 sampai 9), berpuasa pada kebanyakan harinya, atau separuhnya. Jika tidak mampu, maka janganlah meninggalkan puasa pada tanggal 9 nya. Yaitu shaum ‘Arafah.
Bagi yang terbiasa berpuasa bulanan seperti senin – Kamis, puasa Dawud, atau puasa tiga hari setiap bulan; hendaknya menambahkan niat dan semangatnya untuk melaksanakan amal-amal rutinnya itu di awal Dzulhijjah. Menggabungkan dua niat puasa sunnah dalam satu puasa. Berharap Allah akan beri keutamaan lebih dan pahala berlipat. Wallahu A’lam.

Read more ...

COVER MOBIL MURAH MERIAH

Cover Mobil Yang Tidak Seperti Biasanya. Tidak kesempitan dan tidak kebesaran. Elastis dan Modis untuk semua jenis mobil. Pesan sekarang ke BBM 74A54025 atau WA 081325541470. Pesan Bulan ini (September 2015 bebas ongkos kirim).



Read more ...

Selasa, 08 September 2015

Talaqi Kitab Socrates kepada Imam As Syafi’i


Suatu saat seorang dokter bercengkrama dengan Imam As Syafi’i. Sang dokter merasa takjub dengan pengetahuan Imam As Syafi’i mengenai kedokteran. Hingga Sang dokter merasa sedang bercengkrama dengan seorang dokter dari Baghdad, pusat peradaban Islam kala itu.
“Bagaimana kalau Anda menyimak bacaan saya dari bagian buku Socrates?” Sang dokter meminta izin.
Imam As Syafi’i pun tersenyum sambil menunjuk beberapa meridnya, lalu mengatakan,”Mereka tidak membiarkanku melakukan hal itu”.* (Manaqib Imam As Syafi’i li Al Baihaqi, 2/124)
Read more ...

Ibnu Syamsuddin, Sufi yang Taklukkan Konstantinopel dengan Doa


Imam As Syaukani dalam Al Badr Ath Thali’ menjuluki ulama ini sebagai “As Syaikh Al Arif Billah”. Beliau berasal dari Damaskus kemudian melakukan perjalanan menuju negeri Ar Rum bersama sang ayah. Di negeri itu ulama yang dikenal sebagai Ibnu Syamsuddin ini menuntut ilmu kepada para ulama’nya.
Berminat pada Tasawwuf
Ketika dipercaya sebagai pengajar di negeri Ar Rum, Ibnu Syamsuddin akhirnya cenderung mempelajari ajaran tashawwuf, sebagaimana disampaikan As Syaukani. Ulama yang memiliki nama Muhammad bin Hamzah Ad Dimasyqi ini kemudian mengabdi kepada Syeikh Biram, kemudian berangkat menuju Halab untuk mengabdi kepada Syeikh Zainuddin Al Khafi. Namun beliau kembali berkhidmat kepada Syeikh yang pertama dan dari syeikh ini, memperoleh ajaran tarekat.
“Jadilah beliau, disamping sebagai dokter hati, juga sebagai dokter badan. Sesungguhnya beliau dikenal, bahwa ada tumbuhan yang menyeru kapada beliau dan mengatakan aku adalah obat bagi penyakit si fulan”, demikian tulis Imam As Syaukani.
Ajakan Berjihad oleh Sultan Al Fatih
Kemasyhuran mengenai keshalihan dan kelebihan yang diberikan Allah kepada Ibnu Syamsuddin ini menyebabkan beliau diminta oleh Sultan Muhammad Al Khan yang kelak bergelar Al Fatih untuk ikut berjihad dalam penaklukan Konstantinopel.
Ibnu Syamsuddin pun menyampaikan kepada Sultan Muhammad bahwasannya umat Islam berhasil memasuki benteng Konstantinopel pada “hari begini”. Namun di saat hari itu tiba sang Sultan Muhammad menderita kecemasan berat, karena belum ada tanda-tanda benteng bisa ditaklukkan.
Akhirnya Sultan Muhammad mendatangi Ibnu Syamsuddin di tenda beliau, dan mendapati ulama shalih itu sedang bersujud di atas tanah dengan kepala tanpa penutup, memohon kapada Allah dengan menangis. Kemudian setelah itu Ibnu Syamsuddin pun bangkit dan mengucapkan takbir seraya mengatakan,”Alhamdulillah, Allah telah menganugerahkan pembukaan benteng!”
Perawi kisah ini menyampaikan,”Kemudian aku pergi menuju benteng, aku menyaksikan umat Islam memasuki benteng tersebut”.
Saat itu Sultan Muhammad bergembira, lalu menyampaikan,”Kegembiraanku bukan karena berhasil ditundukkannya benteng, namun aku gembira karena ada laki-laki seperti ini di zamanku!”
Kepatuhan Sultan kepada Ibnu Syamsuddin
Meski seorang sultan yang cukup disegani, Sultan Muhammad patih kepada nasihat Ibnu Syamsuddin. Sehari setelah peristiwa pembukaan benteng Sultah Muhammad mendatangi Ibnu Syamsuddin. Ketika itu, Ibnu Syamsuddin tidak menyambut sultan dengan berdiri, beliau tetap dalam posisi berbaring. Sultan Muhammad pun mencium tangan Ibnu Syamsuddin. Sultan Muhammad meminta izin untuk ikut berkhalwat bersama Ibnu Syamsuddin, namun beliau menolak permintaan tersebut.
“Ada seorang Turki minta izin kepada Anda untuk berkhalwat dan Anda izinkan, sedangkan aku Anda tolak?” Jawab Sultan dengan marah.
“Sesungguhnya jika engkau berkhalwat, maka engkau akan memperoleh kenikmatan yang menyebabkan urusan dunia jatuh di matamu, dengan demikian maka urusan akan kacau. Padahal khalwat berguna untuk menciptakan keseimbangan”, jawab Syeikh Ibnu Syamsuddin.
Dalam pertemuan itu akhirnya Syeikh Syamsuddin memberi nasihat kepada Sultan Muhammad untuk melakukan beberapa perbuatan.
Penemuan Makam Sahabat
Sultan Muhammad Al Fatih pernah membaca dalam kitab sejarah bahwa makam Abu Ayub  terdapat di dekat benteng Konstantinopel. “Mudah-mudahan aku bisa menemukannya”, jawab Ibnu Syamsuddin ketika dimintai petunjuk tentang makam tersebut.
Setelah itu Sultan Muhammad pun mendesak agar Ibnu Syamsuddin menunjukkan makan tersebut,”Aku percaya kepada Anda namun aku ingin mengetahui tanda-tandanya makam itu dengan mata kepala sendiri”.
Akhirnya Ibnu Syamsuddin memerintahkan Sultan Muhammad untuk menggali tanah yang telah ditunjukkannya sedalam dua hasta, seraya berkata, ”nanti engkau menemukan marmer yang tertulis di atasnya”. Ternyata setelah tanah tersebut digali sedalam dua hasta ditemukan marmer dengan tulisan di atasnya. Dari tulisan itu diketahui bahwa itu adalah makam Abu Ayub.
Menyaksikan peristiwa itu, Sultan Muhammad pun hampir roboh karena dominasi perasaan kebingungan.
Karya Syeikh Ibnu Syamsuddin
Tidak hanya dikenal dengan kelebihan karamah-karamahnya, dalam keilmuan Ibnu Syamsuddin meninggalkan beberapa karya, antara lain risalah mengenai tashawuf. Juga risalah pembelaan terhadap serangan pemikiran terhadap para sufi serta risalah mengenai ilmu kedokteran. (Tulisan ini diambil dari Badr At Thali’ karya Imam As Syaukani, 2/168)
Read more ...

Sabtu, 29 Agustus 2015

Imam As Syafi’i Malu Ketika Tak Bisa Memberi untuk Peminta

IMAM AS SYAFI’I pada suatu saat berjalanan dengan tunggangannya. Di saat yang bersamaan datanglah peminta. Rasa malu tidak bisa disembunyikan dari wajah Imam As Syafi’i ketika ia tidak bisa memberikan kebutuhan si peminta.
“Dimana engkau tinggal, agar aku bisa memberikan kabutuhanmu itu?” Tanya As Syafi’i kepada si peminta.
Setelah si peminta member tahu latak rumahnya, Imam As Syafi’i pun kembali ke rumahnya untuk mengambil apa yang dibutuhkan si peminta lalu mengirimnya ke rumahnya.* (lihat, Manaqib As Syafi’i li Al Baihaqi, 2/235)
Read more ...

Jadikan Tahlilan Sebagai Barometer Pancasilais adalah Pemikiran Sempit

Tahlilan adalah khilafiyah. Dan menjadikan masalah khilafiyah sebagai kriteria pancasilais adalah sikap yang justru tidak pancasilais


“Ucapan Dr Aqil Siraj yang menyatakan jika anti tahlilan berarti pancasilanya diragukan menunjukkan pikirannya yang sempit,” tegas Adnin dalam rilisnya yang diterima hidayatullah.com,Sabtu (29/08/2015) pagi.
Pernyataan Adnin ini disampaikan guna menanggapi pemberitaan sebelulumnya,  dalam acara halaqah kebangsaan bertema “Pancasila Rumah Kita: Perbedaan adalah Rahmat” di Aula Gedung PBNU Lantai 8, Jakarta, Rabu (26/8/2015).
Dalam halaqah itu, Saiq Aqil sempat mengatakan bahwa orang yang tahlilan pancasilanyamantap, sedang yang anti tahlilandiragukan. 
Menurut Adnin, pernyataan seperti itu hanya akan melukai hati bangsa Indonesia yang tidak mengamalkan tahlilan. Sebab, lanjutnya, banyak warga negara Indonesia yang tergabung dalam berbagai ormas seperti Muhammadiyah, Persis, al-Irsyad, Dewan Da’wah dan sebagainya yang tidak mengamalkan tahlilan.
Adnin menyebutkan bahwa banyak tokoh umat Islam baik itu yang dahulu maupun sekarang, yang tidak diragukan perjuangannya pada Indonesiaan tetapi mereka sekaligus tidak mengamalkan tahlilan.
“Misalnya, tokoh-tokoh bangsa dari Muhammadiyah termasuk yang merumuskan Pancasila adalah tokoh tokoh yang tidak mengamalkan tahlilan,” kata Adnin.
Ia menyebut beberapa nama pejuang kemerdekaan yang mayoritas adalah ulama dari Muhammadiyah.  Ia mencontohkan, Prof Dr Mr Raden Kasman Singodimejo, Ki Bagoes Hadikoesoemo, Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir yang terlibat langsung dalam Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu Junby Cosakai/BPUPKI).
Menurutnya, sispa yang berani meragukan nama-nama ini dalam pembelaan pada Negara dan Bangsa?
Lebih lanjut, menurut Adnin,  masalah tahlilan adalah khilafiyah. Dan menjadikan masalahkhilafiyah sebagai kriteria pancasilais adalah sikap yang justru tidak pancasilais.
“Aqil tidak bijak menjadikan tahlilan sebagai barometer pancasilais,” pungkas Adnin
.
Read more ...
Designed Template By Blogger Templates - Redesigned By TIKSMP.ORG