Breaking News

Selasa, 24 Maret 2015

Begal Meraja-lela, Negara Acuh Tak Acuh


KINI tindak begal di Indonesia sudah semakin meningkat tak terbendung lagi. Mulai dari kasus pembunuhan, pencopetan, hingga yang terkini yaitu kasus begal. Bahakan Polda Metro Jaya mencatatada 80 kasus begal yang terjadi sepanjang januari 2015 di berbagai wilayah Jabodetabek (kompas.com 26/2) hal ini tentu sudah sangat meresahkan masyarakat. Para pelaku kriminal ini pun tak segan untuk menghabisi korbannya. Hingga nyawa masyarakat pun di jaman sekarang sudah tak ada artinya lagi.
Namun hukuman yang diberikan oleh Negara tidaklah membuat jera. Para pelaku ini hanya dihukum sebatas penjara / bayar denda. Kita pun tahu bahwa hukum di Negeri ini bisa dibeli oleh uang seperti yang terjadi pada kasus “begal”, ketika pelaku kriminal itu mempunyai uang untuk menyogok ya otomatis dia tidak akan terkena hukuman karena disistem sekarang uang menentukan segalanya dan sudah pasti ini tidak akan menimbulkan efek jera bagi para pelaku.
Kita ambil contoh lagi pada kasus begal, polisi baru menindaklanjuti dan melakukan operasi ke jalanan setelah banyak korban berjatuhan akibat pembegalan ini. Namun sayangnya operasi ini hanya berlaku musiman, ketika isu ini mulai reda tentulah operasi ini pun akan redup kembali. Tentulah ini bukanlah solusi yang hakiki, ini hanyalah solusi yang bersifat sementara. Semua kasus kriminal yang terjadi di Negeri ini jelas menunjukan bahwa sistem ini gagal menciptakan rasa aman pada masyarakat, ini dibuktikan dengan tingginya angka kriminal di Negeri ini.
Kalau kita kembalikan pada Islam, sungguh Islam mempunyai solusinya dan ini adalah solusi yang hakiki. Orang yang melakukan tindak kriminal tentunya keimanannya harus dikuatkan terlebih dahulu. Untuk menguatkan keimanan ini butuhadanya peran Negara yang mampu mensuasanakan agar rakyatnya senantiasa terjaga keimanannya, salah satu caranya yaitu melalui sistem pendidikannya.
Sistem pendidikan islam tentu akan berlandaskan pada islam, menjadikan aqidah sebagai dasarnya sehingga sedari kecil rakyat sudah senantias dikuatkan keimananya. Kemudian keluarga juga mempunyai pern dalam mengokohkan keimanan anggota keluarganya terutama peran orang tua itu sangat berpengaruh. Kemudian dari masyarakanya juga punya kewajiban untuk menguatkan keimanan satu sama lain, ketika melihat kemungkaran senantiasa beramar makruf nahi munkar dan tidak bersifat individualis.
Semua ini hanya akan terlaksana jika islam diterapkan secara sempurna dalam naungan Khilafah Islamiyah. Maka mari kta bersama-sama satukan langkah untuk menegakkan khilafah islamiyah, satu-satunya sistem yang Allah ridhai dan menjadi rahmatan lil alamin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed Template By Blogger Templates - Redesigned By TIKSMP.ORG