SAUDARAKU,
Dewasa ini, di tengah-tengah terpaan berbagai krisis global, sering kita temui banyak berita mengenai kasus bunuh diri dari banyak negara di berbagai belahan dunia. Kasus bunuh diri ini sebabnya beragam, mulai dari masalah ekonomi, depresi karena tekanan pekerjaan, hingga masalah percintaan adalah yang paling banyak melatar belakanginya. Karena beberapa sebab tadi, orang-orang menjadi berfikir akan lebih baik untuk mengakhiri hidupnya daripada harus menerima realitas yang akan ia hadapi kedepan.
Mengenai hal ini, Rasulullah SAW sudah mewartakan tentang tibanya satu zaman yang ketika kezaliman, fitnah dan musibah merajarela. Sampai-sampai, apabila seseorang lewat satu makam, ia berharap andai dirinyalah yang menghuni makam itu. Harapan seperti ini muncul karena ia merasakan beratnya ujian dan cobaan, dan ingin terbebas dari realitas kehidupannya yang menyakitkan, yang ia rasa lebih pahit dari kematian.
Saudaraku,
Abu Hurairah RA meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Hari Kiamat belum akan terjadi sampai apabila seseorang yang lewat ke kuburan orang lain akan berkata, ‘alangkah bahagianya jika aku dapat menggantikan tempatnya (di kuburan ini)’.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Abu Hurairah RA meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Hari Kiamat belum akan terjadi sampai apabila seseorang yang lewat ke kuburan orang lain akan berkata, ‘alangkah bahagianya jika aku dapat menggantikan tempatnya (di kuburan ini)’.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ibnu Mas’ud menuturkan, “Akan tiba suatu zaman yang pada saat itu seandainya seseorang mendapati kematian diperjual-belikan, niscaya ia akan membelinya.”
Hadits ini tidak bertentangan dengan hadits-hadits yang melarang seseorang untuk berharap kematian, seperti hadits yang berbunyi, “Janganlah seseorang di antara kalian mengangankan kematian karena satu cobaan yang menimpanya” (HR. Muslim)
Sebab, tanda yang dimaksud oleh Rasulullah SAW ini akan terjadi di Akhir Zaman, bukan angan-angan dan doa yang terang-terangan mengharap kematian. Harapan seseorang pada Akhir Zaman ini adalah keinginan dari dasar hati untuk terbebas dari realitas kehidupan yang dipenuhi oleh kemungkaran dan fitnah, walaupun ia harus mati.
Sebab, tanda yang dimaksud oleh Rasulullah SAW ini akan terjadi di Akhir Zaman, bukan angan-angan dan doa yang terang-terangan mengharap kematian. Harapan seseorang pada Akhir Zaman ini adalah keinginan dari dasar hati untuk terbebas dari realitas kehidupan yang dipenuhi oleh kemungkaran dan fitnah, walaupun ia harus mati.
Saudaraku,
Perasaan ini tidak serta merta muncul dalam hati setiap muslim Akhir Zaman. Namun, boleh jadi ia merebak di satu kawasan saja, tidak di kawasan yang lain, dan muncul dalam beberapa situasi tertentu saja. Sebab, tingkat keimanan, ketabahan memikul cobaan hidup, serta kesabaran menghadapi kemungkaran itu berbeda-beda dalam diri setiap orang.
Perasaan ini tidak serta merta muncul dalam hati setiap muslim Akhir Zaman. Namun, boleh jadi ia merebak di satu kawasan saja, tidak di kawasan yang lain, dan muncul dalam beberapa situasi tertentu saja. Sebab, tingkat keimanan, ketabahan memikul cobaan hidup, serta kesabaran menghadapi kemungkaran itu berbeda-beda dalam diri setiap orang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar